Mengatasi Anak yang Terlambat Bicara (Speech Delay)

Sebelum memutuskan untuk Speech Therapy, ada hal-hal mudah yang bisa dicoba di rumah untuk membantu mengatasi Speech Delay

Banyak yang merasa cemas kalau sang anak belum bisa bicara. Apalagi kalau usia sudah hampir 3 tahun. Jangankan itu, yang baru 2 tahun lebih juga terkadang orang tua sudah khawatir kenapa anaknya belum bisa bicara.. Betul ga?

Coba kita lihat dulu….

  • Sang anak ngerti ga kalau kita atau orang lain menyuruhnya melakukan sesuatu?
  • Ngerti diajak bicara, tetapi kalau menginginkan sesuatu dia hanya menunjuk?

Lalu coba kita ingat-ingat…

  • Seberapa sering sang anak main di halaman atau di “playground”?
  • Dia senang dibacakan buku, membalik-balik melihat gambar di buku, melipat kertas origami dan lain-lain yang orang menganggapnya sebagai anak yang “anteng”?

Sebenarnya, kita perlu tahu bahwa menggerakkan tubuh banyak manfaatnya untuk perkembangan sistem berbahasa. Ini karena sistem berbahasa berkaitan erat dengan organ yang ada di dalam telinga kita. Bulu-bulu dan cairan telinga akan bergerak bila kita menggerakkan atau mengubah posisi tubuh kita.

Bila anak kurang bergerak, akibatnya sistem tersebut kekurangan stimulasi, yang berarti untuk sistem bicara nya pun mengalami kekurangan stimulasi.

Jadi apa dong yang dapat kita lakukan di rumah? Banyak dan gampang!

  • Naik turun tangga di rumah bila ada.
  • Melakukan permainan dimana anak dapat menggerakkan kepalanya ke segala arah. Salah satunya menundukkan kepala untuk menggelindingkan bola di antara kedua kakinya.
  • Lompat-lompatan di atas trampoline (atau tempat tidur).
  • Duduk di kursi goyang sambil mengerjakan sesuatu.
  • Atau ajak anak keluar rumah untuk mencoba berbagai jenis permainan di “playground” seperti ayunan, perosotan, jungkat jungkit, alat berputar dll.

Bila anak belum terbiasa dengan gerakan-gerakan tersebut, bisa saja dia merasa takut, pusing dan tidak nyaman. Semuanya harus dimulai dengan halus dan perlahan. Jangan sampai anak merasa dipaksa dan ketakutan. Buat dia senyaman mungkin dan lakukan ini dengan rutin.

Ga susah kan tipsnya? Selamat mencoba dan siap-siap si anak mulai cerewet!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s